Assalamu'alaikum..
Road to borobudur!
Akhirnya setelah saya selesai masa pemulihan data dalam diri saya :), saatnya saya memberikan oleh oleh pada rekan-rekan semua. Cara main oleh-olehnya, saya akan berikan dalam tiga tahap, siapa yang mau? Gratis nih :)
[Borobudur #1]
Road to borobudur!
Akhirnya setelah saya selesai masa pemulihan data dalam diri saya :), saatnya saya memberikan oleh oleh pada rekan-rekan semua. Cara main oleh-olehnya, saya akan berikan dalam tiga tahap, siapa yang mau? Gratis nih :)
[Borobudur #1]
Temanggung,22 April 2008
Dear Friend,
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Selain mengisi liburan (yang seharusnya untuk belajar dirumah:) kami sekelas mendapatkan jatah untuk mencoba hasil belajar bahasa Jerman di sekolah untuk wawancara dengan turis asing. Bahasa Jarman bagi sekolah kami bukan tanpa alasan, selain meningkatkan kualitas siswa, juga menuju sekolah bertaraf internasional (pamer dikit:)* 2012. Hal ini bukan yang pertama bagiku. Waktu masih kelas X (kelas 2 SMA), saya juga sudah pernah wawancara dengan turis asing tetapi berbahasa Inggris. Sukseskah? Alhamdulillah, walaupun saya kebanyakan bilang yes no yes no saja, terkadang cuma bengong karena turisnya terlalu cepat berbicara, sungguh terlalu!*.
Pagi yang mendung. Kami diharuskan sudah berkumpul di sekolah tercinta pukul 07.00. Sebelumnya saya masih harus datang ke rumah teman untuk mengambil katering makanan di 'Rinfa Katering'(sedikit promosi:). Belum ada yang datang. Beberapa menit kemudian datanglah temanku sambil membawa bus carteran (bawanya pakai apa ya?), langsung saja kami berdua mengangkat makanan ke dalam bus karena masih harus melanjutkan perjalanan ke sekolah.
Sudah banyak yang datang. Banyak juga kakak kelas yang hadir, tetapi bukan untuk ikut 'bertamasya' bersama kami, melainkan untuk mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan serentak diseluruh indonesia. Ya, hari itu bersamaan dengan hari pertama dilaksanakannya Ujian Nasional. Sungguh kontras apabila melihat wajah kakak kelas dengan wajah teman-temanku, walaupun sama-sama akan berjuang.
Jam sudah menunjukkan waktu untuk berjuang. Ketua kelas mengabsen. Baru ada 31 anak, kurang dua! Loh kok kurang dua? Padahal jumlah siswanya 36? Ada 3 orang teman saya yang tidak ikut bersama bus karena ada acara (tetapi tetap ke Borobudur). Setelah ditunggu-tunggu muncul salah seorang teman kami yang tadinya belum datang. Masih kurang satu anak! Kami ribut sendiri, siapa ya yang belum datang? Kami bungung lagi (waduh, asal jangan sampai stress saja). Usut punya usut, muka sudah kusut. Oh iya, temanku yang satunya nanti akan menunggu di Secang! Lega....
Perjalanan di mulai. Laki-laki banyak yang berdiri, perempuan banyak yang duduk. Bukan tanpa alasan (kursinya kurang, hiks hiks T_T). Iringan musik mengiringi perjalanan kami. Semua bercanda ria, ada yang menyanyi, ngobrol, dan tak sedikit yang narsis berfoto ria. Mungkin hanya saya saja yang mungkin tak sependapat dengan teman-teman. Say agak kurang musik sih.. bikin pusyieeng, Itu pendapatku saja, tak usah diambil hati, apalagi sampai menangis :). Bus berhenti di Secang. Teman saya naik. Bus tarik gas kembali.
Temanku yang baru saja naik disambut gembira oleh kami. Alhamdulillah, kebingungan kami yang tadi, terobati dengan segunung (eh nggak ding, banyak pokoknya) makanan yang dibawa oleh teman saya. Rejeki.
Beberapa puluh menit kemudian kami sampai di Borobudur. (Hore!). Setelah menitipkan makanan makanan (yang dari katering) ke penitipan barang, ketua kelas segera mengurus dispensasi (tiket) untuk pelajar sekaligus rombongan. Lumayan, lebih murah.. (5000 rupiah, hi3x)
Setelah memperolah tiket, kami segera masuk ke area Borobudur. Sebelum berperang(n_n), kami berkumpul di bawah pohon yang sangat besar. Sssstt, kata orang-orang di pohon itu itu ada (tiiiiiiiittttt, sensor. Maaf, cuma bercanda). Eh ada kami ding ( ga jadi bercanda :p). Ketua kelas alih komando. Kami berdoa dulu sebelum berjuang sampai titik darah tidak keluar. (kecuali yang keluar). Jangan ngeres ah, yang keluar kaya mimisan, jatuh, atau lainnya. Positif Thinking!. Tetapi ada satu yang masih membuat kami bingung, bukan karena tiga teman kami yang belum bergabung (mereka sudah bergabung di parkiran), tetapi katanya bus yang membawa kami hanya sampai jam 2 siang. Bagaimana bisa? Padahal kami menyewa untuk sehari? Teman kami yang notabene anak pemilik bus-nya pun sudah kami calling-calling untuk memastikannya. Namun, sudah berkali-kali tak diangkat pula. Asli, bingung deh....
Bersambung......
ket:
tanda: * ->>
(pamer dikit:)* =saya cuma bercanda dan tidak bermaksud pamer. Maaf...
sungguh terlalu!* =saya juga bercanda, karena memang mereka bicaranya begitu, tak usah diambil hati

0 komentar:
Posting Komentar